Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Madiun Perkuat SDM dan Transformasi Kelembagaan sebagai Bekal Menuju Pemilu 2029

humas

madiunkota.bawaslu.go.id, Kota Madiun – Dalam rangka meningkatkan kapasitas kelembagaan, memperkuat koordinasi, serta menyamakan persepsi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Bawaslu Kota Madiun menyelenggarakan kegiatan Penguatan Kelembagaan di Masa Non-Tahapan Pemilu pada Minggu (28/6/2026) pukul 12.00 WIB di Aula Bawaslu Kota Madiun.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Anggota Bawaslu Republik Indonesia, Dr. Herwyn J.H. Malonda, M.Pd., M.H. Turut hadir Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur A. Warits, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur Eka Rahmawati, Ketua Bawaslu Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ponorogo, dan Kabupaten Ngawi, pimpinan Bawaslu Kota Madiun, serta jajaran Sekretariat Bawaslu Kota Madiun.

Acara diawali dengan sambutan Ketua Bawaslu Kota Madiun, Wahyu Sesar Tri Sulistyo Nugroho, yang menyampaikan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan sebagai langkah strategis dalam menjaga kualitas pengawasan pemilu, meskipun saat ini berada pada masa non-tahapan. Menurutnya, masa non-tahapan merupakan momentum yang tepat untuk melakukan evaluasi, pembelajaran, dan peningkatan kualitas organisasi agar semakin siap menghadapi tahapan Pemilu dan Pemilihan yang akan datang.

Selanjutnya, Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur, A. Warits, dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan kelembagaan harus menjadi perhatian seluruh jajaran Bawaslu. Organisasi yang kuat tidak hanya ditopang oleh regulasi dan sistem kerja yang baik, tetapi juga oleh sumber daya manusia yang memiliki integritas, profesionalisme, serta kemampuan beradaptasi terhadap berbagai perkembangan, termasuk transformasi digital.

Pada sesi utama, Anggota Bawaslu RI, Dr. Herwyn J.H. Malonda, M.Pd., M.H., menyampaikan materi mengenai Penguatan SDM dan Transformasi Kelembagaan Bawaslu. Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia dan transformasi kelembagaan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Bawaslu yang profesional, berintegritas, adaptif, dan dipercaya masyarakat. Menurutnya, pengawas pemilu tidak hanya bertugas mengawasi pelaksanaan pemilu, tetapi juga berperan sebagai penjaga demokrasi yang senantiasa menjunjung integritas dan terus mengembangkan kapasitas diri.

Beliau menjelaskan bahwa visi Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu yang terpercaya diwujudkan melalui empat karakter utama, yakni terpercaya, profesional, berintegritas, dan berkinerja tinggi, dengan berpedoman pada prinsip independen, imparsial, akuntabel, transparan, dan partisipatif.

Selain itu, disampaikan pula tujuh arah strategis penguatan kelembagaan, meliputi pembangunan budaya integritas, pengembangan Bawaslu sebagai organisasi pembelajar, peningkatan kualitas pencegahan, penguatan sinergi dan kolaborasi, pembentukan budaya kinerja, optimalisasi pemanfaatan teknologi, serta persiapan Pemilu 2029 yang dimulai sejak saat ini melalui penguatan SDM, sistem kerja, dan inovasi kelembagaan.

Menutup paparannya, Dr. Herwyn menekankan bahwa penguatan SDM dan transformasi kelembagaan merupakan proses berkelanjutan yang harus diwujudkan melalui komitmen untuk terus belajar, menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat kepercayaan publik. Sebagaimana pesan yang disampaikan, "SDM Pengawas Pemilu adalah jantung keadilan demokrasi.

humas

Penulis: Bambang

Foto: Humas

Editor: Humas