Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Madiun Ikuti Rakor Strategi Pengawasan PDPB Perdana Tahun 2026

humas

Bawaslu Kota Madiun mengikuti Rapat Koordinasi Strategi Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Perdana Tahun 2026 yang digelar secara daring melalui Zoom pada Jumat, 30 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi pengawasan PDPB Tahun 2025 sekaligus menyusun strategi pengawasan Tahun 2026.

Rakor diikuti oleh Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat, Kasubag Pengawasan, serta staf pengawasan se-Provinsi Jawa Timur.

Kepala Bagian Pengawasan Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Indra Purnomo Kusuma, dalam sambutannya menyampaikan capaian pengawasan DPB Tahun 2025. Ia menjelaskan bahwa telah terkumpul 137 surat imbauan, 1.916 Formulir A DPB, 86 surat perbaikan, serta 2.227 dokumen hasil pengawasan. Namun demikian, ia menekankan masih adanya kabupaten/kota yang belum melengkapi data pengawasan di Rumah Data, khususnya Formulir A DPB.

“Masih terdapat beberapa kabupaten/kota yang perlu melengkapi data pengawasan di Rumah Data. Kelengkapan dan ketertiban administrasi menjadi perhatian penting ke depan,” tegas Indra.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Eka Rahmawati, menegaskan bahwa rakor ini merupakan rapat PDPB pertama di Tahun 2026 sekaligus momentum refleksi pengawasan tahun sebelumnya.

“Menjaga standar kerja dan konsistensi pengawasan adalah kewajiban, bukan semata karena apresiasi, tetapi karena standar itu harus dijaga,” ujar Eka.

Ia juga menyoroti dari hasil catatan dan evaluasi PDPB tahun 2025, Eka menekankan pentingnya disiplin administrasi, ketepatan waktu pelaporan, serta pengisian Formulir A di Rumah Data.

“Target pengawasan PDPB Tahun 2026 adalah mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas pengawasan. Standar kerja tidak boleh turun,” pungkasnya.

Melalui rakor ini, Bawaslu Kota Madiun diharapkan dapat memperkuat strategi pengawasan PDPB secara lebih tertib, terukur, dan berkelanjutan guna mendukung akurasi data pemilih.

Penulis: Bambang