Guna Tingkatkan Kualitas SDM, Bawaslu Kota Madiun gelar Pembinaan
|
Bawaslu, Kota Madiun – Gelaran pesta demokrasi 2019 telah usai, namun sebagai lembaga publik yang professional Bawaslu Kota Madiun terus berupaya meningkatkan kapasitas lembaga, salah satunya Sumber Daya Manusia. Guna meningkatkan kualitas SDM di internal lembaga, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Madiun menggelar “Rapat Koordinasi Pembinaan SDM Pengawas dan Sekretariat Bawaslu Kota Madiun” bertempat di Sun Hotel Madiun pada Rabu, 4 September 2019.
“SDM merupakan aset sebuah organisasi/lembaga, sebanyak apapun sarana prasarana yang diberikan, kalau SDM nya tidak berkompeten, kinerja lembaga juga tidak akan maksimal” Tutur Ketua Bawaslu Kota Madiun, Kokok Heru Purwoko dalam sambutannya.
Pejabat teras Bawaslu Kota Madiun jebolan magister hukum Widyagama Malang tersebut berharap terhadap staf sekretariat khususnya kaum millenial dapat bekerja secara maksimal sehingga mendongkrak kerja-kerja pengawasan di wilayah Kota Madiun.
Kegiatan yang digelar dengan konsep panel tersebut mendatangkan narasumber Drs.Ec. Joedi Riandono, MM dalam paparan materinya, ia mengatakan bahwa di era Revolusi Industri 4.0 lembaga harus adaptif terhadap perubahan dengan berlandaskan pada 3 pilar ASN berdaya saing yaitu Kapasitas kepemimpinan, Teknologi mutakhir dan apresiasi kinerja berbasis reward dan punishment.
“di era revolusi industri 4.0 ini perbanyaklah co creation, kerjasama untuk penguatan layanan birokrasi dengan ditunjang dengan kemampuan millenial yang sangat adaptif terhadap pekerjaan” Kata Pejabat BKD Kota Madiun tersebut.
Sesi panel kedua disampaikan materi oleh Koordiv Organisasi dan SDM Bawaslu Kota Madiun, Mohda Alfian. menyampaikan terkait struktur nomenklatur bawaslu, landasan-landasan hukumnya bahwa pasca pemilu 2019 masih ada kerja kerja Lembaga Bawaslu sesuai pasal 104 UU Pemilu 2019 yaitu pengawasan pemutakhiran data pemilih dan mengembangkan pengawasan pemilu partisipatif. Dari hasil pelaksanaan Pemilu 2019 menyisakan duka nasional yaitu puluhan penyelenggara Pemilu yang gugur, kecelakaan kerja dan jatuh sakit saat kerja kerja pengawasan. Untuk Kota Madiun ada 2 orang petugas pengawas yang mengalami sakit dan rawat inap dan sudah diusulkan akan menerima dana santunan kecelakaan kerja.
Berikutnya Anggota Bawaslu, Koordiv Pengawasan dan Hubal Yakobus Wasit Supodo dalam materinya pada menyampaikan hasil kerja-kerja Bawaslu Kota Madiun dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.
“dalam tahapan pemilu 2019 lalu, kami telah menjalin kerjasama dengan 5 Ormas kepemudaan dan 7 Perguruan tinggi, mereka banyak berperan dalam menyampaikan info awal dugaan terjadinya pelanggaran, sangat membantu kinerja pengawas” Ucap sarjana ilmu politik UGM tersebut.
Dalam kegiatan ini juga diberikan sertifikat penghargaan kepada Ormas Kepemudaan dan Perguruan tinggi yang telah berperan dalam pengawasan partisipatif.
Pewarta : Asep
Editor : Ardo
Published : Humas Bawaslu Kota Madiun